Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Total Pembaca

Featured Posts

Senin, 10 Oktober 2011

Renungan Untuk Ibu



Suatu Ketika Seorang Bayi Siap Untuk di Lahirkan ke Dunia
Menjelang diturunkan, dia bertanya kepada Tuhan.
"Para Malaikat di sini mengatakan bahwa besok mereka akan mengirim ku ke dunia, tetapi bagaimana cara saya hidup di sana? saya begitu kecil dan lemah".
Tuhan Menjawab .....
"Aku telah memilih satu malaikat untuk mu. Ia akan menjaga dan mengasihimu"
"Tapi di surga apa yang saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa, ini cukup bagi saya untuk bahagia" Demikian kata si bayi.
Tuhanpun menjawab, "Malaikat mu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari, dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan lebih jadi berbahagia".
Si bayi pun Bertanya kembali ...
"Dan apa yang saya dapat lakukan saat saya ingin berbicara kepada-Mu?"
Sekali lagi Tuhan menjawab ...
"Malaikat mu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdoa"
Si bayi pun masih belum puas, ia pun bertanya lagi ..
"Saya mendengar bahwa di bumi banyak orang jahat, siapa yang akan melindungi saya?"
Dengan penuh kesabaran Tuhan pun menjawab ..
"Malaikat mu akan melindungi mu dengan taruhan jiwanya sekalipun"
Si bayi pun tetap belum puas dan melanjutkan pertanyaan nya ..
"Tapi saya akan bersedih karena tidak melihat Engkau lagi"
Dan tuhan pun menjawab ..
"malaikat mu akan menceritakan kepadamu tentang Aku dan akan mengajarkan bagaimana cara agar kamu bisa kembali kepada-Ku walaupun sesungguh nya Aku selalu berada di sisimu"
Saat itu surga terdengar begitu tenang nya, sehingga suara dari bumi dapat terdengar, Dan sang anak dengan suara lirih bertanya ...
"Tuhan, jika saya harus pergi sekarang, bisakah Engkau memberi tahu siapa nama malaikat di rumah ku nanti?"
Tuhan pun menjawab,
"Kamu dapat memanggil malaikat mu....IBU..."
kenanglah ibu yang menyayangi mu, Untuk ibu yang selalu meneteskan air mata ketika kita pergi, Ingatlah engkau ketika ibu mu rela tidur tanpa selimut demi melihatmu, tidur nyeyak dengan dua selimut membalut tubuh mu... Ingatkah engkau ketika jemari ibu mengusap lembut kepalamu? Dan ingatkah engkau ketika air mata menetes dari air mata Ibu mu ketika ia melihat mu berbaring sakit? Sesekali jenguklah ibumu yang selalu menantikan kepulangan mu di rumah tempat kau di lahirkan. Kembalilah memohon maaf pada ibumu yang selalu rindu akan senyumanmu. Simpanlah sejenak kesibukan-kesibukan duniawi yang selalu membuat mu lupa untuk pulang. Segeralah jenguk ibumu yang berdiri menantimu di depan pintu bahkan sampai malam kian larut. Jangan biarkan engkau kehilangan saat-saat yang akan kau rindukan di masa ketikan ibumu telah tiada...
IBU..... Maafkan Aku, Sampai kapan pun jasamu tak akan terbalas